|

JALAN
GOLONGAN YANG SELAMAT
Oleh
:
Syaikh
Muhammad bin Jamil Zainu
Bagian 1
-
Allah
Subhanahu Wa Ta'ala
berfirman:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan
janganlah kamu bercerai-berai." (Ali Imran: 103)
"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memperse-kutukan Allah.
Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi
beberapa golongan. Tiap-tiap go-longan merasa bangga dengan apa yang ada
pada golongan me-reka." (Ar-Ruum: 31-32)
-
Nabi shalallahu
Alaihi Wa Salam bersabda:
"Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan
ta'at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa
hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang
banyak. Karena itu, berpe-gang teguhlah pada sunnahku dan sunnah
khulafa'ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah
ia se-kuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang
di-ada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu ada-lah bid'ah,
sedang setiap bid'ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di
dalam Neraka)." (HR. Nasa'i dan At-Tirmi-dzi, ia berkata hadits
hasan shahih).
-
Dalam hadits yang
lain Nabi Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda:
"Ketahuilah,
sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah
menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan
berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan
tem-patnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-jama'ah."
(HR. Ahmad dan yang lain. Al-Hafidh menggo-longkannya hadits hasan)
-
Dalam riwayat lain
disebutkan:
"Semua golongan
tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para
sahabatku meniti di atasnya." (HR. At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan
oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' 5219)
-
Ibnu Mas'ud
meriwayatkan:
"Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wa Salam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda,
'Ini jalan Allah yang lurus.' Lalu beliau membuat garis-garis di kanan
kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu
pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya ter-dapat setan yang menyeru
kepadanya. Selanjutnya beliau mem-baca firman Allah
Subhanahu Wa Ta'ala
, 'Dan bahwa (yang
Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah dia
janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu
mence-raiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintah-kan
oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (Al-An'am: 153) (Hadits
shahih riwayat Ahmad dan Nasa'i)
-
Syaikh Abdul Qadir
Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah berkata, "... adapun Golongan
Yang Selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dan Ahlus Sunnah,
tidak ada nama lain bagi mereka kecuali satu nama, yaitu Ashhabul
Hadits (para ahli hadits)."
-
Allah memerintahkan
agar kita berpegang teguh kepada Al-Qur'anul Karim. Tidak termasuk
orang-orang musyrik yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa
golongan dan kelompok. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam mengabarkan
bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah berpecah belah menjadi banyak
golongan, sedang umat Islam akan berpecah lebih banyak lagi,
golongan-golongan tersebut akan masuk Neraka karena mereka menyimpang
dan jauh dari Kitabullah dan Sunnah NabiNya. Hanya satu Golongan Yang
Selamat dan mereka akan masuk Surga. Yaitu Al-Jamaah , yang
berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah yang shahih, di samping
melakukan amalan para sahabat dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam
.
Ya Allah,
jadikanlah kami termasuk dalam golongan yang selamat (Firqah Najiyah).
Dan semoga segenap umat Islam termasuk di dalamnya. %
BAGIAN 2
MANHAJ (JALAN) GOLONGAN YANG SELAMAT
-
Golongan Yang
Selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah dalam
hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya.
Yaitu Al-Qur'anul
Karim yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan
kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih. Beliau
memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepa-da keduanya:
"Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan ter-sesat
apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kita-bullah dan
Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke
telaga (Surga)." (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab
Shahihul Jami')
-
Golongan Yang
Selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan RasulNya
tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka, sebagai
realisasi dari firman Allah:
"Kemudian
jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembali-kanlah ia kepada
Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu)
dan lebih baik akibat-nya."
(An-Nisaa': 59)
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap
putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
(An-Nisaa': 65)
-
Golongan Yang
Selamat tidak mendahulukan perkataan se-seorang atas Kalamullah
dan RasulNya, realisasi dari firman Allah:
"Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya
dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui."
(Al-Hu-jurat: 1)
Ibnu Abbas berkata:
"Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, 'Nabi
r
bersabda, sedang mereka mengatakan, 'Abu Bakar dan Umar berkata'."
(HR. Ahmad dan Ibnu 'Abdil Barr)
-
Golongan Yang
Selamat senantiasa menjaga kemurnian tauhid.
Mengesakan Allah dengan beribadah, berdo'a dan memohon per-tolongan –baik
dalam masa sulit maupun lapang–, menyembelih kur-ban, bernadzar,
tawakkal, berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dan berbagai
bentuk ibadah lain yang semuanya menjadi dasar bagi tegaknya Daulah
Islamiyah yang benar. Menjauhi dan membas-mi berbagai bentuk syirik
dengan segala simbol-simbolnya yang ba-nyak ditemui di negara-negara
Islam, sebab hal itu merupakan kon-sekuensi tauhid. Dan sungguh, suatu
golongan tidak mungkin menca-pai kemenangan jika ia meremehkan masalah
tauhid, tidak memben-dung dan memerangi syirik dengan segala bentuknya.
Hal-hal di atas merupakan teladan dari para rasul dan Rasul kita
Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam.
-
Golongan Yang
Selamat senang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, baik dalam ibadah,
perilaku dan dalam segenap hidupnya.
Karena
itu mereka menjadi orang-orang asing di tengah kaum-nya, sebagaimana
disabdakan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wa Salam:
"Sesungguhnya Islam pada permulaannya adalah asing dan akan kembali
menjadi asing seperti pada permulaannya. Maka keuntungan besar bagi
orang-orang yang asing." (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Dan keuntungan besar bagi orang-orang yang asing. Yaitu orang-orang
yang (tetap) berbuat baik ketika manusia sudah rusak." (Al-Albani
berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Amr Ad-Dani dengan sanad
shahih")
-
Golongan Yang
Selamat tidak berpegang kecuali kepada Kalamullah dan Kalam
RasulNya yang maksum, yang ber-bicara dengan tidak mengikuti hawa
nafsu.
Adapun
manusia selainnya, betapapun tinggi derajatnya, terka-dang ia melakukan
kesalahan, sebagaimana sabda Nabi saw:
"Setiap bani Adam (pernah) melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang
yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat." (Hadits
hasan riwayat Imam Ahmad)
Imam Malik berkata, "Tak seorang pun sesudah Nabi
r
melain-kan ucapannya diambil atau ditinggalkan (ditolak) kecuali Nabi
Shalallahu Alaihi Wa Salam (yang ucapannya selalu diambil dan diterima)."
-
Golongan Yang
Selamat adalah para ahli hadits.
Tentang
mereka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda:
"Senantiasa ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran,
tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka sehingga datang
keputusan Allah." (HR. Muslim)
Seorang penyair berkata, "Ahli hadits itu, mereka ahli (keluarga) Nabi,
sekalipun mereka tidak bergaul dengan Nabi, tetapi jiwa mereka bergaul
dengannya.
-
Golongan Yang
Selamat menghormati para imam mujtahi-din, tidak fanatik terhadap salah
seorang di antara mereka.
Golongan
Yang Selamat mengambil fiqih (pemahaman hukum-hukum Islam) dari Al-Qur'an,
hadits-hadits yang shahih, dan pen-dapat-pendapat imam mujtahidin
yang sejalan dengan hadits shahih. Hal ini sesuai dengan wasiat
mereka, yang menganjurkan agar para pengikutnya mengambil hadits
shahih, dan meninggalkan setiap pendapat yang bertentangan dengannya.
-
Golongan Yang
Selamat menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.
Mereka
melarang segala jalan bid'ah dan sekte-sekte yang meng-hancurkan serta
memecah belah umat. Baik bid'ah dalam hal agama maupun dalam hal sunnah
Rasul dan para sahabatnya.
-
Golongan Yang
Selamat mengajak seluruh umat Islam agar berpegang teguh kepada sunnah
Rasul dan para sahabatnya.
Sehingga
mereka mendapatkan pertolongan dan masuk Surga atas anugerah Allah dan
syafa'at Rasulullah –dengan izin Allah–.
-
Golongan Yang
Selamat mengingkari peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh
manusia apabila undang-undang tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
Golongan
Yang Selamat mengajak manusia berhukum kepada Kitabullah yang
diturunkan Allah untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
Allah Maha Mengetahui sesuatu yang lebih baik bagi mereka.
Hukum-hukumNya abadi sepanjang masa, cocok dan relevan bagi penghuni
bumi sepanjang zaman.
Sungguh, sebab kesengsaraan dunia, kemerosotan, dan mundur-nya
khususnya dunia Islam, adalah karena mereka meninggalkan hukum-hukum
Kitabullah dan sunnah Rasulullah. Umat Islam tidak akan jaya dan mulia
kecuali dengan kembali kepada ajaran-ajaran Islam, baik secara pribadi,
kelompok maupun secara pemerintahan. Kembali kepada hukum-hukum
Kitabullah, sebagai realisasi dari firmanNya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Ar-Ra'ad:
11)
-
Golongan Yang
Selamat mengajak seluruh umat Islam ber-jihad di jalan Allah.
Jihad
adalah wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya.
Jihad dapat dilakukan dengan:
Pertama, jihad dengan lisan
dan tulisan: Mengajak umat Islam dan umat lainnya agar berpegang teguh
dengan ajaran Islam yang shahih, tauhid yang murni dan bersih
dari syirik yang ternyata banyak terdapat di negara-negara Islam.
Rasu-lullah Shalallahu Alaihi Wa Salam telah memberitakan tentang hal
yang akan menimpa umat Islam ini. Beliau bersabda:
"Hari Kiamat belum akan tiba, sehingga kelompok-kelompok da-ri umatku
mengikuti orang-orang musyrik dan sehingga kelom-pok-kelompok dari
umatku menyembah berhala-berhala." (Ha-dits shahih , riwayat
Abu Daud, hadits yang semakna ada dalam riwayat Muslim)
Kedua, jihad dengan harta:
Menginfakkan harta buat penyebaran dan peluasan ajaran Islam, mencetak
buku-buku dakwah ke jalan yang benar, memberikan san-tunan kepada umat
Islam yang masih lemah iman agar tetap memeluk agama Islam, memproduksi
dan membeli senjata-senjata dan peralatan perang, memberikan bekal
kepada para mujahidin, baik berupa ma-kanan, pakaian atau keperluan lain
yang dibutuhkan.
Ketiga , jihad dengan
jiwa:Bertempur dan ikut berpartisipasi di medan peperangan untuk
kemenangan Islam. Agar kalimat Allah ( Laa ilaaha illallah) tetap
jaya sedang kalimat orang-orang kafir (syirik) menjadi hina. Dalam
hu-bungannya dengan ketiga perincian jihad di atas, Rasulullah
r
meng-isyaratkan dalam sabdanya:
"Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisanmu."
(HR. Abu Daud, hadits shahih)
Adapun hukum jihad di jalan Allah adalah:
Pertama , fardhu 'ain:Berupa
perlawanan terhadap musuh-musuh yang melakukan ag-resi ke beberapa
negara Islam wajib dihalau. Agresor-Agresor Yahudi misalnya, yang
merampas tanah umat Islam di Palestina. Umat Islam yang memiliki
kemampuan dan kekuatan –jika berpangku tangan– ikut berdosa, sampai
orang-orang Yahudi terkutuk itu enyah dari wilayah Palestina. Mereka
harus berupaya mengembalikan Masjidil Aqsha ke pangkuan umat Islam
dengan kemampuan yang ada, baik dengan harta maupun jiwa.
Kedua, fardhu kifayah: Jika
sebagian umat Islam telah ada yang melakukannya maka sebagian yang lain
kewajibannya menjadi gugur. Seperti dakwah mengembangkan misi Islam ke
negara-negara lain, sehingga berlaku hukum-hukum Islam di segenap
penjuru dunia. Barangsiapa meng-halangi jalan dakwah ini, ia harus
diperangi, sehingga dakwah Islam dapat berjalan lancar.
BAGIAN 3
TANDA TANDA GOLONGAN YANG SELAMAT
-
Golongan
Yang Selamat jumlahnya sangat sedikit
di tengah banyaknya Umat Manusia .
Tentang keadaan mereka, Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wa Salam bersabda,
"Keuntungan besar bagi orang-orang yang
asing. Yaitu orang-orang shalih di
lingkungan orang banyak yang berperangai
buruk, orang yang mendurhakainya lebih
banyak daripada orang yang menta'atinya." (HR.
Ahmad, hadits shahih)
Dalam Al-Qur'anul Karim, Allah memuji
mereka dengan firman-Nya,
"Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang
bersyukur." (Saba': 13)
-
Golongan Yang
Selamat banyak dimusuhi oleh manusia, difitnah dan dilecehkan dengan
gelar dan sebutan yang buruk.
Nasib
mereka seperti nasib para nabi yang dijelaskan dalam firman Allah,
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. Sebahagian mereka
membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang
indah-indah untuk menipu (manusia)." (Al-An'am: 112)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam misalnya, ketika mengajak kepada
tauhid, oleh kaumnya beliau dijuluki sebagai "tukang sihir lagi sombong".
Padahal sebelumnya mereka memberi beliau julukan "ash-shadiqul amin",
yang jujur dan dapat dipercaya.
-
Syaikh
Abdul Aziz bin Baz ketika ditanya
tentang Golongan Yang Selamat, beliau
menjawab, "Mereka adalah orang-orang salaf
dan setiap orang yang mengikuti jalan
para salafush shalih (Rasulullah, para
sahabat dan setiap orang yang mengikuti
jalan petunjuk mereka)."
Hal-hal di atas adalah sebagian dari manhaj dan tanda-tanda
Golongan Yang Selamat. Pada pasal-pasal berikut akan
dibahas masalah akidah Golongan Yang Selamat yaitu
golongan yang mendapat pertolongan. Semoga kita termasuk mereka yang
berakidah Firqah Najiyah (Golongan Yang Selamat) ini, Amin.
[SELANJUTNYA]
SUMBER
Website “Yayasan Al-Sofwa”
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id
|