|

BAGIAN 6
MAKNA LAA ILAAHA ILALLAH (TIADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN
ALLAH)
Kalimat laa ilaaha
illallah ini mengandung makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah
dan menetapkannya untuk Allah semata.
-
Allah
Subhanahu Wa Ta'ala
berfirman:
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah
melainkan Allah." (Muhammad: 19)
Mengetahui makna laa ilaaha illallah adalah wajib dan harus didahulukan
dari seluruh rukun yang lainnya.
-
Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Salam bersabda:
"Barangsiapa mengucaphan laa ilaaha illallah dengan Keikh-lasan hati,
pasti ia masuk Surga." (HR. Ahmad, hadits shahih)
Orang yang ikhlas ialah yang memahami laa ilaaha illallah,
mengamalkannya, dan menyeru kepadanya sebelum menyeru kepada yang
lainnya. Sebab kalimat ini mengandung tauhid (pengesaan Allah), yang
karenanya Allah menciptakan alam semesta ini.
-
Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wa Salam menyeru pamannya Abu Thalib ketika menjelang ajal,
"Wahai pamanku, katakanlah, 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang
berhak disembah melainkan Allah), seuntai kalimat yang aku akan
berhujjah dengannya untukmu di sisi Allah, maka ia (Abu Thalib) enggan
mengucapkan laa ilaaha illallah." (HR. Bukhari dan Muslim)
-
Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wa Salam tinggal di Makkah selama 13 tahun, beliau mengajak (menyeru)
bangsa Arab: "Katakanlah, 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak
disembah melainkan Allah), maka mereka menjawab: 'Hanya satu tuhan, kami
belum pernah mendengar seruan seperti ini?' Demikian itu, karena bangsa
Arab memahami makna kalimat ini. Sesungguhnya barangsiapa mengucapkannya,
niscaya ia tidak menyembah selain Allah. Maka mereka meninggalkannya dan
tidak mengucapkannya. Allah I
berfirman kepada mereka:
"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mere-ka, 'Laa
ilaaha illallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah)',
mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata, Apakah sesungguhnya kami
harus meninggalkan sem-bahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?
'Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan
membenarkan rasul-rasul (sebelumnya)'." (Ash-Shaffat: 35-37)
Dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda:
"Barangsiapa mengucapkan, 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak
disembah melainkan Allah) dan mengingkari sesua-tu yang disembah selain
Allah, maka haram hartanya dan darah-nya (dirampas/diambil)." (HR.
Muslim)
Makna hadits tersebut, bahwasanya mengucapkan syahadat me-wajibkan ia
mengkufuri dan mengingkari setiap peribadatan kepada selain Allah,
seperti berdo'a (memohon) kepada mayit, dan lain-lain-nya.
Ironisnya, sebagian orang-orang Islam sering mengucapkan syahadat dengan
lisan-lisan mereka, tetapi mereka menyelisihi maknanya dengan
perbuatan-perbuatan dan permohonan mereka kepada selain Allah.
-
Laa ilaaha illallah
adalah asas (pondasi) tauhid dan Islam, pedoman yang sempurna bagi
kehidupan. Ia akan terealisasi dengan mempersembahkan setiap jenis
ibadah untuk Allah. Demikian itu, apabila seorang muslim telah tunduk
kepada Allah, memohon kepa-daNya, dan menjadikan syari'atNya sebagai
hukum, bukan yang lain-nya.
-
Ibnu Rajab berkata:
"Al-Ilaah (Tuhan) ialah Dzat yang dita'ati dan tidak dimaksiati, dengan
rasa cemas, pengagungan, cinta, takut, pengharapan, tawakkal, meminta,
dan berdo'a (memohon) ke-padaNya. Ini semua tidak selayaknya (diberikan)
kecuali untuk Allah Shalallahu Alaihi Wa Salam . Maka barangsiapa
menyekutukan makhluk di dalam sesuatu per-kara ini, yang ia merupakan
kekhususan-kekhususan Allah, maka hal itu akan merusak kemurnian ucapan
laa ilaaha illallah dan mengan-dung penghambaan diri terhadap makhluk
tersebut sebatas perbuatannya itu.
-
Sesungguhnya kalimat
"Laa ilaaha illallah" itu dapat bermanfaat bagi yang mengucapkannya,
bila ia tidak membatalkannya dengan suatu kesyirikan, sebagaimana hadats
dapat membatalkan wudhu seseorang.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam bersabda:
"Barangsiapa yang akhir ucapannya laa ilaaha illallah, pasti ia masuk
Surga." (HR. Hakim, hadits hasan) %
[ SELANJUTNYA ]
SUMBER
Website “Yayasan Al-Sofwa”
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id
|