BAGIAN 4
THA'IFAH MANSHURAH
(KELOMPOK YANG MENDAPAT PERTOLONGAN)
Untuk mendapat jawaban,
siapakah Tha'ifah Manshurah yang bakal mendapat pertolongan Allah, marilah
kita ikuti uraian berikut:
-
Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wa Salam bersabda,
"Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran,
tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka, sehingga
datang keputusan Allah." (HR. Muslim)
-
Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wa Salam bersabda,
"Jika penduduk Syam telah rusak, maka tak ada lagi kebaikan di antara
kalian. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapat
pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka,
sehingga datang hari Kiamat." (HR. Ah-mad, hadits shahih)
-
Ibnu Mubarak berkata,
"Menurutku, mereka adalah ashha-bul hadits (para ahli hadits)."
-
Imam Al-Bukhari
menjelaskan, "Menurut Ali bin Madini mereka adalah ashhabul hadits."
-
Imam Ahmad bin
Hambal berkata, "Jika kelompok yang mendapat pertolongan itu bukan
ashhabul hadits maka aku tidak mengetahui lagi siapa sebenarnya mereka."
-
Imam Syafi'i berkata
kepada Imam Ahmad bin Hambal, "Engkau lebih tahu tentang hadits daripada
aku. Bila sampai kepadamu hadits yang shahih maka beritahukanlah padaku,
sehingga aku bermadzhab dengannya, baik ia (madzhab) Hejaz, Kufah maupun
Bashrah."
-
Dengan spesialisasi
studi dan pendalamannya di bidang sunnah serta hal-hal yang berkaitan
dengannya, menjadikan para ahli hadits sebagai orang yang paling
memahami tentang sunnah Nabi r,
petunjuk, akhlak, peperangannya dan berbagai hal yang berkaitan dengan
sunnah.
Para ahli hadits –semoga
Allah mengumpulkan kita bersama mereka– tidak fanatik terhadap pendapat
orang tertentu, betapa pun tinggi derajat orang. tersebut. Mereka hanya
fanatik kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam .
Berbeda halnya dengan
mereka yang tidak tergolong ahli hadits dan mengamalkan kandungan hadits.
Mereka fanatik terhadap pendapat imam-imam mereka –padahal para imam itu
melarang hal tersebut– sebagaimana para ahli hadits fanatik terhadap
sabda-sabda Rasulullah. Karenanya, tidaklah mengherankan jika ahli hadits
adalah kelompok yang mendapat pertolongan dan Golongan Yang Selamat.
Khatib Al-Baghdadi
dalam kitab Syarafu Ashhabil Hadits menulis, "Jika shahibur ra'yi
disibukkan dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat baginya, lalu dia
mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam , niscaya
dia akan mendapatkan sesuatu yang membuatnya tidak membutuhkan lagi selain
sunnah.
Sebab sunnah
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam mengandung pengetahuan tentang
dasar-dasar tauhid, menjelaskan tentang janji dan ancaman Allah,
sifat-sifat Tuhan semesta alam, mengabarkan perihal sifat Surga dan Neraka,
apa yang disediakan Allah di dalamnya buat orang-orang yang bertaqwa dan
yang ingkar, ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi.
Di dalam hadits
terdapat kisah-kisah para nabi dan berita-berita orang-orang zuhud, para
kekasih Allah, nasihat-nasihat yang menge-na, pendapat-pendapat para ahli
fiqih, khutbah-khutbah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam dan
mukjizat-mukjizatnya...
Di dalam hadits
terdapat tafsir Al-Qur'anul 'Azhim kabar dan peringatan yang penuh
bijaksana, pendapat-pendapat sahabat tentang berbagai hukum yang
terpelihara …
Allah menjadikan ahli
hadits sebagai tiang pancang syari'at. Dengan mereka, setiap bid'ah yang
keji dihancurkan. Mereka adalah pemegang amanat Allah di tengah para
makhlukNya, perantara antara nabi dan umatnya, orang-orang yang
bersungguh-sungguh dalam me-melihara kandungan (matan) hadits, cahaya
mereka berkilau dan ke-utamaan mereka senantiasa hidup.
Setiap golongan yang
cenderung kepada nafsu –jika sadar– pasti kembali kepada hadits. Tidak ada
pendapat yang lebih baik selain pendapat ahli hadits. Bekal mereka
Kitabullah, dan Sunnah Rasulullah
r
adalah hujjah (argumentasi) mereka. Rasulullah kelompok mereka, dan kepada
beliau nisbat mereka, mereka tidak mengindahkan berbagai pendapat, selain
merujuk kepada Rasulullah. Barangsiapa menyusahkan mereka, niscaya akan
dibinasakan oleh Allah, dan barangsiapa memusuhi mereka, niscaya akan
dihinakan oleh Allah."
Ya Allah, jadikanlah
kami termasuk kelompok ahli hadits. Beri-lah kami rizki untuk bisa
mengamalkannya, cinta kepada para ahli hadits dan bisa membantu
orang-orang yang mengamalkan hadits.
[selanjutnya]
SUMBER
Website “Yayasan Al-Sofwa”
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id